Inilah Alasan Saya Kenapa lebih memilih shell dibandingkan pertamina
id

Inilah Alasan Saya Kenapa lebih memilih shell dibandingkan pertamina

Ada beberapa alasan kenapa saya lebih suka mampir ke shell dibandingkan ke pertamina, mungkin kamu juga menyadari hal yang sama. Saya beberkan alasan saya kenapa lebih memilih shell dibandingkan pertama di artikel ini. Shell vs Pertamina.

Disclaimer ya, di artikel ini hanya untuk sharing tentang pendapat saya mengenai layanan perusahaan bbm di area bekasi dan bogor. Kemungkinan pengalaman ini tidak sama dengan lokasi lainnya dan individu lainnya.

Kenapa sih kita perlu BBM? Jawabannya ya karena kita masih perlu menggunakan alat transportasi, entah itu motor maupun mobil. Kebanyakan motor kan ya? sama seperti saya.

Beberapa bulan ini saya suka mengisi bahan bakar mesin di Shell. Alasan saya karena tidak suka mengantri panjang. hehe.

Kenapa lebih suka menggunakan Shell dibandingkan Pertamina?

Ini bukan sebagai perbandingan yang dianggap serius ya, ini hanya pendapat pribadi. Setiap individu pasti mempunyai pengalaman dan prioritas lainnya yang mungkin berbeda dengan saya.

1. Antrian yang jarang panjang, malah sering kosong.

Ini mungkin menjadi alasan pertama kenapa saya lebih masuk ke gerai Shell dibandingkan pertamina, meskipun bersebelahan.

Antrian-nya jarang cuy.

Begini, pernah suatu ketika saya ingin isi bensin dan melewati pom bensin pertamina yang antriannya bisa 15 meter, 7-10 kendaraaan (tidak panjang sih memang, tapi sudah terlanjur malas). Jadinya saya lanjut saja dan urung niat mengisi bensin, dan akhirnya masuk ke gerai shell karena tidak ada antrian.

Menurut saya pribadi jarangnya antrian ini disebabkan oleh harga yang lebih mahal dibandingkan dengan pertamina, karena tidak ada pilihan RON kecil seperti premium dan pertalite.

Kemudian dikarenakan SOP yang jelas, karyawan bisa bergantian dan ada petugas khusus kasir dan tidak perlu bertransaksi dengan petugas isi bensin.

Update Antrian dan metode pengisian

Saya pernah melihat video short yang menampilkan jenis pengisian mandiri di Pertamina dengan scan pembayaran linkaja, mungkin belum banyak diterapkan di semua pertamina dan sosialisasi yang belum masive, jadi terkesan kosong dan tidak ada antrian.

Pengisian mandiri akan optimal mungkin beberapa tahun mendatang dimana sudah banyak orang yang familiar mengoperasikan mesin pengisian BBM. Untuk saat ini masih dibilang masih dalam tahap pembelajaran dan sosialisai.

Apakah shell akan mengikuti hal tersebut? Mungkin iya, tapi tidak secepatnya.

Semenjak harga pertamina naik dan susah untuk turun di beberapa minggu yang lalu, shell menjadi lebih banyak peminat dan membuat antrian sedikit lebih lama dibandingkan biasanya (saat artikel ini dibuat pertama kali), tapi masih dibilang normal.

2. Metode pembayaran yang cukup lengkap

Metode pembayaran ini sangat penting untuk saat ini, ada kalanya kita tidak ingin menggunakan cash, kadang ingin menggunakan poin ovo misalnya, kita bisa pakai di shell!

Sedangkan di pertamina, kebanyakan menggunakan cash, debit, credit dan sebagainya tapi tidak semudah dilakukan di shell. Kenapa? karena umumnya transaksi di-handle oleh petugas yang mengisi bensin-nya.

Jadi ada kalanya kita yang sungkan untuk menggunakan metode pembayaran selain cash, atau petugas di pertamina yang tidak mau melayani nya. Ini masalah sih menurut saya.

Selanjutnya, tahu aplikasi my pertamina?

Saya sangat suka jika ada transaksi mudah dilakukan khususnya jika mendapatkan poin dan promo cashback. Waktu itu ada promo diskon jika transaksi menggunakan LinkAja melalui aplikasi my pertamina.

Saya sudah install, berhasil mengkoneksikan my pertamina dengan LinkAja, mengecek pom bensin mana yang bisa menggunakan metode pembayaran ini dan meluncur ke POM Bensin Pertamina.

Eh sampe sana, dibilang belum bisa, entah gangguan atau apalah. Saya sih maklum, meskipun terpampang jelas banner bisa menggunakan aplikasi my pertamina.

Saya maklum karena pertamina ini perusahaan besar, dan mungkin perlu waktu untuk melatih setiap teknologi yang baru. Tidak semua petugas di pertamina bisa mengikuti teknologi yang ada.

Kembali ke Shell, metode pembayaran kartu kredit dengan nominal kecil ini salah satu yang saya suka. Ketika keuangan bulanan sedang tidak baik atau ada kebutuhan lainnya, saya bisa isi bensin untuk melakukan kegiatan. Hitung-hitung modal usaha kan ya. Hehe.

Dan karena Shell sudah menggunakan SOP yang jelas, saya tidak masalah dan tidak takut untuk menggangu petugas. Soalnya petugas kasirnya khusus melayani pembayaran dan tidak perlu isi bensinnya.

3. Poin dan Membership

Poin dan membership ini juga menjadi poin yang membuat saya lebih suka menggunakan Shell dibandingkan Pertamina.

Begini, sejujurnya saya belum pernah pakai poin untuk ditukar dengan bbm atau lainnya. Tapi palign tidak kita memiliki hubungan jelas dengan si bisnis, kita sebagai member di shell. Hanya saja kurang adanya aplikasi yang lebih canggih.

Saya membayangkan pertamina menggunakan SOP shell dan pakai aplikasi pertamina nya, kemungkinan saya akan singgah ke pertamina lagi.

Ada satu hal yang membuat saya kurang cocok dengan cara poin di Shell Indonesia, poin mereka diberikan berdasarkan pembelian per liter bahan bakar, sedangkan harga bahan bakar terkadang naik dan turun (sekarang cenderung naik). Mungkin lebih ok jika poin menggunakan prosestase harga bahan bakar. Mungkin lebih ok. Hehe.

Update Poin & Membership Shell

Aplikasi membershop dan poin dari shell menambahkan jenis kerjasama dengan berbagai pihak. Jadi tidak hanya berhubungan dengan shell saja. Hal ini sangat menarik untuk kita yang ingin memaksimalkan poin untuk kebutuhan yang lebih bermanfaat.

Hingga saat artikel ini di update, shell sudah menambahkan jenis reedem poin ke beberapa hal berikut ini :

  1. Convinience Retail (Bisa ditukar di Shell deli2go)
  2. Shell Voucher (Bisa ditukar dengan BBM)
  3. Merchandise (Bisa ditukar dengan voucher MAP dan/atau Traveloka)

Selain itu, banyak Ada beberapa promosi yang cukup menarik bagi saya

  1. Coffee Monday dimana kita bisa membeli Es Kopi Gula Aren dengan setengah harga (Rp. 10.000 dari Rp. 20.000) khusus hari senin. Tapi memang harus memilih gerai yang memiliki kualitas kopi yang baik, menurut saya belum standard rasa es kopi nya dari gerai ke gerai. Saya harap shell lebih memperhatikan kualitas dan standard kopi yang mereka buat. Susu yang digunakan juga menurut saya yang ekonomis ya, seperti diamond Full Cream UHT.
  2. Undian tanpa menukar poin, hal ini sangat saya hargai karena kita mendapatkan voucher undian tanpa menukar poin, tapi diambil dari jumlah transaksi kita. Saya harap strategi ini dijalankan oleh brand lainnya ya, karena poin adalah hak customer dan tidak perlu diperjual belikan kembali untuk hal yang belum pasti seperti undian. Jika ingin menambahkan program undian, diharapkan menggunakan metode lain seperti apa yang shell lakukan.

Pilih shell super atau v-power?

Bagi kalian yang biasa mengisi BBM di shell pasti tahu bedanya shell super dan power kan ya? Bagi yang belum tahu, saya coba share ya.

Shell super dan power ini termasuk petrol ya, atau bensin dan bukan solar. Jadi, sama seperti lini premium, pertalite dan seri pertamax. Hanya saja yang membedakan dari masing-masing produk tersebut adalah tingkat RON nya.

Apa itu RON?

Kita coba ambil keterangan dari website lain ya..

RON singkatan dari Research Octane Number atau dikenal dengan dengan nama Oktan. Bisa dibilang bahwa semakin tinggi angka RON, semakin baik juga kinerja mesin kendaraan kamu.

Dari apa yang carmudi jelaskan, RON ini dihitung berdasarkan bisa dihitung berdasarkan banyak kandungan oktan yang ada di dalam bensin.

Contohnya RON 90, kandungan Heptana (senyawa hidrokarbon yang terdapat pada bensi) sebesar 10% dan 90% Iso-Oktana/Petana (kandungan senyawa dari bensin yang mudah terbakar).

Menurut saya pribadi, panduan memilih RON ikuti spesifikasi dari kendaraan yang kamu pakai. Ada di setiap berkas panduan atau di website kendaraannya.

Contohnya, jika rasio kompresi kendaraan 9 kebawah, idealnya menggunaan RON 88 seperti Pertamina Premium.

Untuk rasio 9-10 cocok menggunakan RON 90 seperti Pertamina Pertalite atau Shell Reguler.

Untuk rasio 10-11, cocok memakai RON 92 seperti Pertamina Pertamax dan Shell Super.

Sedangkan rasio 11 – 12 lebih pakai RON 95 contohnya Pertamina Pertamax Plus dan Shell V-Power.

Kembali untuk menjawab pertanyaan diatas, pilih Shell Super atau V-Power? Kembali ke kendaraan masing-masing, bahkan jika kendaraan Anda idealnya menggunakan RON 90, maka pilihlah shell reguler.

Tapi rata-rata sudah mampu untuk menggunakan V-Power, kecuali kendaraan saya yang masih mempunyai rasio kompresi 10.7:1, jadi saya gunakan Shell Super.

Harga BBM di Shell

Mungkin ini adalah alasan kenapa pelanggan Shell masih kalah dengan pertamina, selain karena memang kalah jumlah pom bensin, Shell juga menjual bbm dengan harga yang bisa dikatakan dengan premium (Bukan Pertamina Premium ya).

Harga BBM Shell bisa Anda lihat di website berikut ini:

Harga BBM Shell di Indonesia

Kesimpulan Shell vs Pertamina

Shell memang memberikan pelayanan yang baik dalam hal kepuasan pelanggan meskipun memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan pertamina, kemungkinan karena perusahaan asing kali ya. Semoga post ini bisa memberikan pencerahan tentang kenapa saya memilih shell dibandingkan pertamina untuk saat ini.